Laman

Rabu, 22 Februari 2012

Pondok Pesantren Sebagai lembaga Pendidikan Islam

Pengertian pesantren berasal dari kata santri dgn awalan pe-dan akhiran an berarti tempat tinggal santri. Soegarda Poerbakawatja yg dikutip oleh Haidar Putra Daulay mengatakan pesantren berasal dari kata santri yaitu seseorang yg belajar agama Islam sehingga dgn demikian pesantren mempunyai arti tempat orang berkumpul utk belajar agama Islam. Ada juga yg mengartikan pesantren adl suatu lembaga pendidikan Islam Indonesia yg bersifat “tradisional” utk mendalami ilmu tentang agama Islam dan mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian (2004: 26-27).
Dalam kamus besar bahas Indonesia pesantren diartikan sebagai asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji. Sedangkan secara istilah pesantren adl lembaga pendidikan Islam dimana para santri biasa tinggal di pondok (asrama) dgn materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum bertujuan utk menguasai ilmu agama Islam secara detail serta mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian dgn menekankan penting moral dalam kehidupan bermasyarakat (Fenomena 2005: 72).
Pondok pesantren secara definitif tak dapat diberikan batasan yg tegas melainkan terkandung fleksibilitas pengertian yg memenuhi ciri-ciri yg memberikan pengertian pondok pesantren. Jadi pondok pesantren belum ada pengertian yg lbh konkrit krn masih meliputi beberapa unsur utk dapat mengartikan pondok pesantren secara komprehensif (Artikel 1).
Maka dgn demikian sesuai dgn arus dinamika zaman definisi serta persepsi terhadap pesantren menjadi berubah pula. Kalau pada tahap awal pesantren diberi makna dan pengertian sebagai lembaga pendidikan tradisional tetapi saat sekarang pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional tak lagi selama benar.

Tipologi Pondok Pesantren

Seiring dgn laju perkembangan masyarakat maka pendidikan pesantren baik tempat bentuk hingga substansi telah jauh mengalami perubahan. Pesantren tak lagi sesederhana seperti apa yg digambarkan seseorang akan tetapi pesantren dapat mengalami perubahan sesuai dgn pertumbuhan dan perkembangan zaman.
Menurut Yacub yg dikutip oleh Khozin mengatakan bahwasa ada beberapa pembagian pondok pesantren dan tipologi yaitu :
  • Pesantren Salafi yaitu pesantren yg tetap mempertahankan pelajaran dgn kitab-kitab klasik dan tanpa diberikan pengetahuan umum. Model pengajarannyapun sebagaimana yg lazim diterapkan dalam pesantren salaf yaitu dgn metode sorogan dan weton.
  • Pesantren Khalafi yaitu pesantren yg menerapkan sistem pengajaran klasikal (madrasi) memberikan ilmu umum dan ilmu agama serta juga memberikan pendidikan keterampilan.
  • Pesantren Kilat yaitu pesantren yg berbentuk semacam training dalam waktu relatif singkat dan biasa dilaksanakan pada waktu libur sekolah. Pesantren ini menitik beratkan pada keterampilan ibdah dan kepemimpinan. Sedangkan santri terdiri dari siswa sekolah yg dipandang perlu mengikuti kegiatan keagamaan dipesantren kilat.
  • Pesantren terintegrasi yaitu pesantren yg lbh menekankan pada pendidikan vocasional atau kejuruan sebagaimana balai latihan kerja di Departemen Tenaga Kerja dgn program yg terintegrasi. Sedangkan santri mayoritas berasal dari kalangan anak putus sekolah atau para pencari kerja. (2006:101)
Sedangkan menurut Mas’ud dkk ada beberapa tipologi atau model pondok pesantren yaitu :
  • Pesantren yg mempertahankan kemurnian identitas asli sebagai tempat menalami ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi-I-din) bagi para santrinya. Semua materi yg diajarkan dipesantren ini sepenuh bersifat keagamaan yg bersumber dari kitab-kitab berbahasa arab (kitab kuning) yg ditulis oleh para ulama’ abad pertengahan. Pesantren model ini masih banyak kita jumpai hingga sekarang seperti pesantren Lirboyo di Kediri Jawa Timur beberapa pesantren di daeah Sarang Kabupaten Rembang Jawa tengah dan lain-lain.
  • Pesantren yg memasukkan materi-materi umum dalam pengajaran namun dgn kurikulum yg disusun sendiri menurut kebutuhan dan tak mengikuti kurikulum yg ditetapkan pemerintah secara nasional sehingga ijazah yg dikeluarkan tak mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai ijazah formal.
  • Pesantren yg menyelenggarakan pendidikan umum di dalam baik berbentuk madrasah (sekolah umum berciri khas Islam di dalam naungan DEPAG) maupun sekolah (sekolah umum di bawah DEPDIKNAS) dalam berbagai jenjang bahkan ada yg sampai Perguruan Tinggi yg tak hanya meliputi fakultas-fakultas keagamaan meliankan juga fakultas-fakultas umum. Pesantren Tebu Ireng di Jombang Jawa Timur adl contohnya.
  • Pesantren yg merupakan asrama pelajar Islam dimana para santri belajar disekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi diluarnya. Pendidikan agama dipesantren model ini diberikan diluar jam-jam sekolah sehingga bisa diikuti oleh semua santrinya. Diperkirakan pesantren model inilah yg terbanyak jumlahnya. (2002:149-150)

Dinamika Pondok Pesantren

Dalam perspektif sejarah lembaga penidikan yg terutama berbasis di pedesaan ini telah mengalami perjalanan sejarah yg panjang sejak sekitar abad ke 18. seiring denga perjalanan waktu pesantren sedikit demi sedikit maju tumbuh dan berkembang sejalan dgn proses pembangunan serta dinamika masyarakatnya. Ini menunjukkan bahwa ada upaya-upaya yg dilakukan pesantren utk mendinamisir diri sejalan dgn tuntutan dan perubahan masyarakatnya.
Dinamika lembaga pendidikan Islam yg relatif tua di Indonesia ini tampak dalam beberapa hal seperti :
  • Peningkatan secara kuantitas terhadap jumlah pesantren. Tercatat di Departemen Agama bahwa pada tahun 1977 ada 4195 pesantren dgn jumlah santri 677.384 orang. Jumlah tersebut menjadi 5661 pesantren dgn 938.397 santri pada tahun 1981 kemudian meningkat menjadi 15.900 pesantren dgn jumlah santri 59 juta orang pada tahun 1985.
  • Kemampuan pesantren utk selalu hidup ditengah-tengah masyarakat yg sedang mengalami berbagai perubahan. Pesantren mampu memobilisasi sumber daya baik tenaga maupun dana serta mampu berperan sebagai benteng terhadap berbagai budaya yg berdampak negatif. Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yg mempunyai kekuatan utk survive. Dan pesantren juga mampu mendinamisir diri ditengah-tengah perubahan masyarakatnya. Secara sosiologis ini menunjukkan bahwa pesantren masih memiliki fungsi nyata yg dibutuhkan masyarakat. (Khozin2006:149)
Sedangkan perkembangan secara kuantitatif maupun kemampuan bertahan ditengah perubahan tak otomatis menunjukkan kemampuan pesantren utk bersaing dalam memperebutkan peserta didik. Seperti Dhofir mengatakan (1992) bahwa dominasi pesantren di dunia pendidikan mulai menurun secara drastis setelah tahun 1950-an. Salah satu faktor adl lapangan pekerjaaan “modern” mulai terbuka bagi warga Indonesia yg mendapat latihan di sekolah-sekolah umum. Akan tetapi setelah proklamasi kemerdekaan pemerintah lbh memberikan perhatian terhadap sistem pendidikan nasional dgn membangun sekolah-sekolah umum dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa pesantren ada yg tetap berjalan meneruskan segala tradisi yg diwarisi secara turun temurun tanpa perubahan dan inprovisasi yg berarti kecuali sekedar bertahan. Namun ada juga pesantren yg mencoba mencari jalan sendiri dgn harapan mendapatkan hasil yg lbh baik dalam waktu yg singkat. Pesantren semacam ini adl pesantren yg menyusun kurikulum berdasarkan pemikiran akan kebutuhan santri dan masyarakat sekitarnya.

Pembicaraan dan ucapan

1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yg baik-baik atau diam.
2. Siapa yg memberi jaminan kepadaku utk memelihara di antara rahangnya dan di antara kedua pahanya niscaya aku menjamin baginya surga.
3. Barangsiapa akhir ucapannya Laa ilaaha illallah ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.
4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adl sihir. {HR.
Bukhari}
5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam.
Penjelasan: Bicara saat emosi dapat menyesatkan.
6. Diam adl suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yg melakukannya.
7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong yg diomongkan dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya.
8. Apabila ada orang yg mencaci-maki kamu tentang apa yg dia ketahui pada dirimu janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yg kamu ketahui pada dirinya krn pahalanya utk kamu dan kecelakaan utk dia.
9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya.
10. Kebanyakan dosa anak Adam krn lidahnya.
11. Berhati-hatilah dalam memuji sesungguhnya itu adl penyembelihan.
1
2. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw lalu beliau berkata kepadanya Waspadalah kamu sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya . {HR.
Ahmad} 1
3. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yg suka memuji dan menyanjung-nyanjung. 1
4. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Beliau bersabda Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yg dia tidak sukai.
1
5. Seorang mukmin bukanlah pengumpat pengutuk berkata keji atau berkata busuk.
1
6. Semua umatku diampuni kecuali yg berbuat terang-terangan yaitu yg melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dgn berkata Hai Fulan tadi malam aku berbuat begini..begini. Dia membuka tabir yg telah disekat oleh Allah Azza wajalla.
1
7. Yang paling aku takutkan bagi umatku adl orang munafik yg pandai bersilat lidah.

KAUM MUSLIMIN HARAM MERAYAKAN HARI VALENTINE

Pada suatu pagi Desy mengejutkan teman-temannya dgn setangkai bunga merah yg ia letakkan di atas dadanya serta merta mereka menyambutnya dgn senyuman sambil bertanya “Dalam rangka apa ini ?”
Desy menjawab “Tidakkah kalian tahu bahwa ini adl hari kasih sayang dimana orang-orang sedang merayakan dan saling memberikan ucapan selamat. Ini adakah perayaan utk mengungkapkanrasa cinta romantikan dan segala ketulusan ini adl hari raya Valentine?.” Tetapi Sari salah seorang temannya bertanya kepada Desy dgn penuh keheranan “Apakah arti valentine? Desy menjawab “Artinya adl cinta dalam bahasa latin?.!” Sari tertawa mendengar jawaban tersebut “Apakah kamu merayakan sesuatu yg tidak kamu mengerti artinya ? Tahukah kamu bahwa Valentine adalahseorang pendeta Nashrani yg hidup pada abadke 3 M ?” Kata Sari bernada prihatin terhadap keadaan sebagian putri muslimah yg mudah mengikuti apa saja yg sampai kepada mereka tanpa berpikir panjang.
Sejarah Hari Valentine
Sari melanjutkan “Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine tetapi versi terkenal adl kisah Pendeta St. Valentine yg hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yg telah menentang beberapa perintahnya.”
“Cladius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan utk menangkapnya. Dalam versi kedua Cladius II memandang para bujangan lbh tabah dalam berperang daripada mereka yg telah menikah yg sejak semula menolak utk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yg melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dgn sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan derngan putri seorang penjaga penjara yg terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati dia mengirim sebuah kartu yg bertuliskan “Dari yg tulus cintanya Valentine”. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya”.
Lanjut Sari “Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yg menarik perhatian para Pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul tiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak lalu tiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut dan gadis yg namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yg bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu saya kirimkan kepadamu kartu ini”.
Sambung Sari “Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dgn kalimat “dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dgn agama Nashrani”.
“Versi lain mengatakan St. Valentine ditanya tentang Atharid tuhan perdagangan kefasihan makar dan pencurian dan Jupiter tuhan orang Romawi yg terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yg sesungguhnya adl Isa Al-Masih” papar Sari “Maha Tinggi Allah dari apa yg dikatakan oleh orang-orang yg dzalim tersebut”. “Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dgn gambar anak kecil dgn dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yg sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi !!” Demikian Sari mengakhiri nasihatnya.
Hukum Merayakan Hari Valentine
Saat ini banyak ABG muslimah yg terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau nashrani akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine yg pada dasarnya adl mengenang kembali pendeta St. Valentine.
Keinginan utk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yg diikuti berbeda dgn kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah ibadah syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasululllah SAW. Telah melarang utk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam “Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut”.
Bila dalam merayakannya bermaksud utk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yg besar. Ibnul Qayyim berkata “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yg khusus bagi mereka telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka dgn mengucapkan “Selamat hari raya !” dan semisalnya. Bagi yg mengucapkannya kalaupun tidak sampai pada kekafiran paling itu itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yg menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lbh besar dosanya di sisi Allah dan lbh dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yg kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yg memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat bid’ah ataui kekufuran maka ia telah menyiapkan diri utk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah”.
Abu Waqid ra. meriwayatkan Rasulullah SAW. Saat keluar menuju perang Khaibar beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang Musyrik yg disebut dgn Dzaatu Anwaath biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah SAW. berkata “Wahai Rasulullah buatkan utk kami Dzaatu Anwaath sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah SAW. bersabda “Maha Suci Allah ini seperti yg diucapkan kaum Nabi Musa ‘Buatkan utk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan’ Demi Dzat yg jiwaku di tangan-Nya sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yg ada sebelum kalian.” .
Adalah wajib bagi tiap orang yg mengucapkan dua kalimat syahadat utk melaksanakan wala’ dan bara’ yg merupakan dasar akidah yg dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci orang-orang kafir memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini didalamnya terdapat kemaslahatan yg tidak terhingga sebaliknya gaya hidup yg menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yg lbh banyak.
Lain dari itu mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang lagi pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah SWT telah berfirman yg artinya “Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan nashrani menjadi pemimpin-pemimpin ; sebahagian mereka adl pemimpin bagi sebahagian yg lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim.”
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yg beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dgn orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya.”
“Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu utk agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat.”
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah. Tidak ada suatu bid’ah pun yg dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yg ditinggalkan. Dampak buruk lainnya bahwa dgn mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka mendukung dan mengikuti agama mereka padahal seorang muslim dalam tiap raka’at shalatnya membaca “Tunjukilah kami jalan yg lurus jalan orang-orang yg telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan mereka yg dimurkai dan bukan mereka yg sesat.” .
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yg mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yg sesat dan dimurkai namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dgn sukarela.
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yg memperingatinya. Ini adl suatu kelalaian padahal sekali lagi perayaan ini adl dari ritual agama lain !
Hadiah yg diberikan sebagai ungkapan cinta adl sesuatu yg baik namun bila dikaitkan dgn pesta-pesta Kristiani dan tradisi-tradisi Barat akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yg sepele tetapi lbh mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yg tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah kita mempunyai pengganti yg jauh lbh baik dari itu semua sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Diantaranya bahwa dalam pandangan kita seorang ibu mempunyai kedudukan yg agung kita bisa mempersembahkan ini kepadanya dari waktu ke waktu demikian pula utk ayah saudara suami? dst tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yg dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dgn kecintaan dan kasih sayang yg tulus yg menjadi jembatan utk masuk ke dalam sorga yg hamparannya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang yg bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golonga orang-orang yg disebutkan
“Kecintaan-Ku adl bagi mereka yg saling mencintai krn Aku yg saling mengunjungi krn Aku dan yg saling berkorban krn Aku”

MENULIS

MENULIS
Seseorang punya hobby masing masing...

Hobby Melukis

saya paling suka melihat lukisan(orang yang hobby melukis,red)..seniman pelukis punya jiwa yang dalem..mereka bisa mengungkapkan sesuatu lewat lukisan lukisan...baik sesuatu yang indah..yang buram ..yang happy..yang tear..bisa diungkapkan lewat tarian pena/cat dipapan lukisnya...pemirsa yang punya feeling kuat(seperti saya hahah prettt)bisa menangkap arti setiap lukisan..



Hobby Nulis

Menulis ternyata tidak mudah(kata teman saya suatu hari),,
siapa bilang menulis tidak mudah..wong tinggal ngetik aja kok repot,eits menulis apa dulu?kalau cuma nulis iseng seperti nulis di blog pribadi gini mah mudah dan setiap orang bisa,anak TK yang sudah mengenal huruf pun bisa... ..tapi beda kalau tulisan formal untuk umum (misal media online/offline) baru bisa dikatakan mudah kalau sudah melalui tahap by tahap..kalau sudah terbiasa dan tentunya harus pandai memilih bahasa yang luwes,supel dan mudah dipahami dan misal berbau informasi maka harus komplit dan bahasa harus formal serta penulisan huruf tidak boleh disingkat singkat seenak jidat.

Seorang penulis akan menuangkan segala uneg uneg lewat tulisan itu jelas,entah pengalamannya kesana kemari,tentang keindahan alam,tentang wisata kulinernya,entah tulisan kritikan tajam,,tulisan ajakan,himbauan dan sebagainya

Saya jadi ingat seorang penulis dari China Hu Jia,, Beliau sekaligus menjadi aktifis HAM ,
Tulisannya yang nyentrik kritis..mengkritik negara akhirnya negara tidak terima dan menghukumnya..hmmmmm negara merasa tidak nyaman dengan tulisan beliau ..seorang pemberani macam Hu Jia patut diacungi jempol..lewat tulisannya Negara kelimpungan ketakutan atau jadi malu karena merasa dikelupas olehnya..penentang keras kebijakan China ini telah menulis serangkaian artikel menjelang Olimpiade Beijing 2008 yang mengkritik pemerintah terkait situasi HAM di China. Kritikan yang dilontarkan Hu Jia berkisar masalah diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di China dan degradasi lingkungan.

Hu Jia siap menghadapi resiko sebagai seorang penulis yang nyentrik..dipenjara ya pasrah saja,,kebenaran akan muncul dengan sendirinya..karena kebenaran maka akan lahir keadilan..Dunia haru terhadap Hu Jia..Dunia mengkhawatirkan kondisi Hu Jia (yang memang sudah Buta dari sononya)mata boleh buta tapi hati Hu Jia tidak buta dan sangat mulia...

Suatu saat pada hari pembebasannya disambut sukacita oleh keluarganya..namun kebahagiaan tidak pada Hu Jia .. aktivis yang mendapat penghargaan HAM dari Parlemen Eropa beserta hadiah Sakharof senilai 72 ribu dolar Amerika tersebut masih khawatir tidak akan bebas bergerak.

walau beliau sudah bebas dari penjara masih dikepung oleh aparat setempat disekeliling rumahnya setiap hari (edaaannnn) dan beliau tidak bisa hidup bebas tidak bisa gerak bebas,akses internet diputus..kebebasan dia seolah dirampas..karena ada ketakutan yang mendalam jika nanti Hu Jia akan menulis ide/uneg uneg mengkritisi negara lagi..sangat keterlaluan hanya lewat tulisan negara ketakutan hahaha..kalau memang benar kenapa takut?

Hu Jia tidak sendirian..Dunia melihatnya..Dunia men-support-nya
kecerdasan dan keberaniannya ternyata ditakuti negara



Seorang penulis memang suka menuangkan sesuatu lewat tulisan baik yang kritis maupun yang lihai..kebebasan ada pada anda..Hak Asasi manusia dijamin oleh negara...mari belajar menulis...

berani bertindak berani bertanggung jawab,,berani menerima resiko, berani mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali
****Selamat Menulis****




Selasa, 17 Mei 2011

WONG PAYAMAN

tegowanon payaman
atap rumah pak hasim
tek-tekan depan rumah
waktu madin
rafi andriyanto

resti putune pak birun


pondok pak huda
ponpes
mbk rokimah






 cah pondok pak huda
remaja al fatah

gang payaman


zaenal musthofa anake Pak Parman